Menu Tutup

Antara Fujur dan Takwa, Aldiriansyah Ajak Siswa MIN 3 Deli Serdang Memilih Jalan Kebaikan

Beringin – Pelaksanaan upacara bendera di MIN 3 Deli Serdang, Senin (31/8/2026), tidak hanya menjadi sarana menumbuhkan kedisiplinan dan semangat kebangsaan, tetapi juga menjadi momentum penguatan karakter peserta didik.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Aldiriansyah selaku Komite MIN 3 Deli Serdang menyampaikan amanat yang mengangkat pesan Al-Qur’an tentang dua potensi yang terdapat dalam diri manusia, yaitu fujur dan takwa, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Asy-Syams ayat 8:

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَا

Fa alhamahā fujūrahā wa taqwāhā.

Artinya: “Lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.”

Setiap Manusia Dihadapkan pada Pilihan

Dalam amanatnya, Aldiriansyah mengajak peserta didik memahami bahwa dalam kehidupan manusia akan selalu berhadapan dengan pilihan antara melakukan sesuatu yang baik atau sebaliknya.

Fujur menggambarkan jalan keburukan, kefasikan, dan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah. Sementara takwa merupakan jalan kebaikan, ketaatan, serta upaya menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Allah SWT telah memberikan manusia akal, hati, dan petunjuk agar mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. Karena itu, setiap pilihan yang dilakukan juga membawa tanggung jawab.

Pesan tersebut sangat dekat dengan kehidupan peserta didik. Ketika seorang siswa memilih untuk berkata jujur meskipun sulit, belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, membantu teman, menjaga kebersihan, serta menaati tata tertib madrasah, pada saat itulah ia sedang melatih dirinya untuk memilih jalan kebaikan.

Sebaliknya, berbohong, menyontek, mengganggu teman, berkata kasar, malas belajar, atau sengaja melanggar aturan merupakan perilaku yang harus dihindari.

Kebaikan Harus Terus Dilatih

Amanat tersebut juga mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang baik membutuhkan latihan dan pembiasaan. Setiap hari merupakan kesempatan bagi peserta didik untuk menentukan pilihan melalui tindakan-tindakan sederhana.

Hal ini kemudian ditegaskan dalam lanjutan Surah Asy-Syams ayat 9–10 yang menerangkan bahwa beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memperoleh nilai akademik yang tinggi. Lebih dari itu, pendidikan juga bertujuan membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu dan akalnya untuk menentukan pilihan yang benar.

Jadikan Madrasah Tempat Melatih Ketakwaan

Melalui amanat Pembina Upacara tersebut, peserta didik MIN 3 Deli Serdang diajak menjadikan lingkungan madrasah sebagai tempat untuk terus melatih diri memilih kebaikan.

Kebiasaan mengucapkan salam, melaksanakan ibadah, belajar dengan disiplin, menjaga kebersihan, menghormati guru, menyayangi teman, berkata jujur, dan bertanggung jawab terhadap tugas merupakan contoh sederhana bagaimana nilai ketakwaan dapat diwujudkan dalam kehidupan seorang pelajar.

Pada akhirnya, pesan “fujūrahā wa taqwāhā” mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki pilihan. Akal dan petunjuk telah diberikan, sementara manusia bertanggung jawab terhadap jalan yang dipilihnya.

Melalui pembiasaan yang dilakukan sejak dini, diharapkan peserta didik MIN 3 Deli Serdang mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah, memilih kebaikan, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

“Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan. Pilihlah jalan kebaikan, biasakan kebaikan, dan jagalah hati agar senantiasa berada dalam ketakwaan kepada Allah SWT.”